Majelis Masyayikh Mulai Tulis Rancangan Desain Sistem Penjaminan Mutu Internal dan Eksternal Pendidikan Pesantren

Pembukaan Kegiatan Workshop Desain Penulisan Dokumen SPM

Majelis Masyayikh (MM) adalah lembaga mandiri dan independen sebagai perwakilan Dewan Masyayikh dalam merumuskan dan menetapkan Sistem Penjaminan Mutu (SPM) Pendidikan Pesantren. Pada tahun 2023 yang lalu, MM telah menetapkan standar mutu pendidikan formal pesantren dan saat ini (2024) sedang dalam proses penulisan standar mutu pendidikan nonformal pesantren.

Terkait hal itu Majelis Masyayikh menggelar Workshop Desain Penulisan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu untuk Pendidikan Pesantren Formal. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari tanggal 25 hingga 27 April 2024.

Workshop tersebut bertujuan untuk membuat kesepakatan isi dua dokumen kunci, yaitu Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di tingkat dasar, menengah, dan tinggi.

Sebagai Pengantar, Anggota Majelis Masyayikh Dr KH Abdul Ghofur Maimoen atau Gus Ghofur menekankan prinsip-prinsip penting dalam penyusunan SPM untuk pendidikan pesantren. "Prinsip umum penyusunan SPM Pendidikan pesantren adalah memenuhi aspek keterbacaan oleh Kemendikbud, pengguna sekaligus membawa misi Pendidikan pesantren," ungkap Gus Ghofur.

Majelis Masyayikh memandang workshop ini sebagai langkah penting dalam percepatan pembahasan dan penyusunan dokumen-dokumen terkait penjaminan mutu pendidikan pesantren. Dengan adanya kesepakatan isi dokumen yang solid, diharapkan regulasi dan perangkat terkait penjaminan mutu pendidikan pesantren segera bisa disahkan oleh Menteri Agama RI, dan segera bisa digunakan oleh pendidikan pesantren di Indonesia.

"Dalam rangka memenuhi target percepatan kinerja Majelis Masyayikh, penting mengejar aspek kelengkapan dokumen sehingga dapat disahkan." tambah Gus Ghofur

Workshop ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk perwakilan dari lembaga pendidikan pesantren, pemerintah, dan para ahli pendidikan. Diskusi yang terbuka dan produktif antar para peserta diharapkan dapat menghasilkan dokumen-dokumen yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan pesantren di Indonesia.

ARTIKEL TERKAIT