Majelis Masyayikh dan Menteri Agama Bahas Penjaminan Mutu Pendidikan Pesantren

Majelis Masyayikh dan Menteri Agama Bahas Penjaminan Mutu Pendidikan Pesantren

JAKARTA- Majelis Masyayikh dan Menteri Agama duduk bersama bahas penjaminan mutu pendidikan pesantren. Disamping itu, topik rekognisi lulusan pesantren serta Ma’had Aly juga turut menjadi pembahasan dalam pertemuan Silaturahmi Majelis Masyayikh bersama Menteri Agama di Kantor Kementrian Agam RI, Jakarta, Rabu (24/04/2024)

Dalam sambutannya, Ketua Majelis Masyayikh KH Abdul Ghaffar Rozin atau akrab disapa Gus Rozin menegaskan komitmen Majelis Masyayikh dalam mengembangkan sistem penjaminan mutu pendidikan pesantren. "Majelis Masyayikh sebagai Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Pesantren sejak pertama kali dikukuhkan pada akhir tahun 2021 telah menyelesaikan beberapa dokumen yang utamanya berupa Dokumen Standar Mutu Pendidikan Pesantren untuk Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Muadalah serta Ma’had Aly," ungkap Gus Rozin.

Gus Rozin menambahkan, Majelis Masyayikh dalam membuat kebijakan terkait mutu Pesantren senantiasa melibatkan para kiai, pengasuh Pesantren serta stakeholder utama. "Kami berusaha bekerja dengan cepat namun hati-hati. Dalam memperjuangkan rekognisi santri ini kami melibatkan berbagai stakeholders agar keterlibatan pesantren maksimal." Kata Gus Rozin

Dokumen yang telah disusun oleh Majelis Masyayikh, seperti profil santri Indonesia, dokumen standar pendidikan untuk muadalah muallimin dan salafiyah, serta pendidikan diniyah formal dan ma'had aly, menjadi bukti nyata komitmen Majelis Masyayikh dalam memajukan kualitas pendidikan pesantren di Indonesia. Pada tahun 2024 ini juga sedang disusun Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal – Eksternal serta Penyusunan Dokumen Mutu untuk Pendidikan Non Formal.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, memberikan apresiasi atas langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Majelis Masyayikh dalam mengembangkan penjaminan mutu pendidikan pesantren.

Selain itu, Menag juga menekankan pentingnya rekognisi lulusan pesantren termasuk saat ini yang telah mulai dilakukan pada lulusan Ma’had Aly.

"Rekognisi atas PNS lulusan Ma’had Aly merupakan langkah awal untuk memberikan santri hak-haknya sebagai warga negara yang terpelajar. Untuk itu, saya mengajak Majelis Masyayikh untuk bekerja sama dalam hal ini untuk memperjuangkan hak santri dalam hal pemetaan kompetensinya," ungkap Gusmen Yaqut Cholil Qoumas.

Pertemuan antara Majelis Masyayikh dan Menteri Agama menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama antar lembaga untuk kemajuan pendidikan pesantren. Diharapkan, kedepan kerjasama dan sinergitas yang telah terbangun selama ini akan membawa dampak positif dalam upaya peningkatan mutu pendidikan pesantren di tanah air.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Sekretaris Majelis Masyayikh, KH. Muhyiddin Khotib, Anggota Majelis Masyayikh, Nyai Amrah Kasim dan Nyai Badriyah Fayumi, Tenaga Ahli dan Staf Majelis Masyayikh, Dirjen Pendis Abu Rokhmad, Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Rohmat Mulyana Sapdi, dan seluruh Kepala Subdit pada Direktorat PD Pontren.

ARTIKEL TERKAIT