Tim Penyusun SPMI-SPME Majelis Masyayikh Lakukan Studi Lapangan, Tinjau dan Ambil Data Secara Komprehensif

Tim Studi Lapangan Majelis Masyayikh di Pesantren Al-Himkah 2 Benda

Jawa Tengah- Tim Penyusun Sistem Penjaminan Mutu Internal-Eksternal Majelis Masyayikh meninjau pola penjaminan mutu di Pesantren dengan mengunjungi 3 Pesantren di Jawa Tengah. Setelah Dokumen Standar Mutu terbit pada tahun 2023, penyusunan Dokumen SPMI-SPME ini merupakan kelanjutan dari Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Pesantren yang tengah disusun Majelis Masyayikh.

Dalam menyusun dokumen ini, Majelis Masyayikh menggandeng akademisi, perwakilan asosiasi pendidikan pesantren dan pengasuh pesantren sebagai Tim Penyusun. Pada tanggal 6-8 Juni 2024 lalu, Majelis Masyayikh telah melakukan Review Draft 1 dengan menghadirkan akademisi, perwakilan asosiasi dan pengasuh pesantren serta stakeholder terkait untuk memberikan masukan dan menilai keberterimaan dokumen tersebut.

Ikhtiar terjun kelapangan ini dilakukan untuk memperkaya serta memperdalam data-data guna penyempurnaan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal-Eksternal yang Tengah disusun Majelis Masyayikh sebelumnya.

Hal ini juga dimaksudkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan pesantren di Indonesia. Tim penyusun dan reviewer dokumen penjaminan mutu pendidikan pesantren tingkat ula wustho dan ulya. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 18 hingga 20 Juni 2024.

Salah satu tim penulus Dr. Helmawati, M.Pd.I mengatakan Pesantren yang dikunjungi dalam rangka pengumpulan data pendukung tersebut antara lain adalah Pesantren Alhikmah 2 Benda Brebes, APIK Kaliwungu Kendal, dan Pesantren Tazakka Batang. Ketiga pesantren ini dipilih karena reputasinya yang baik dalam bidang pendidikan dan kontribusi mereka dalam membentuk karakter santri. “Masing-masing Pesantren juga mewakili Pendidikan Diniyah Formal, Muadalah Salafiyah serta Muadalah Muallimin.” Kata Helmawati.

Helmawati mengungkapkan tujuan kunjungan lapangan ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang sistem pendidikan, kurikulum, proses pembelajaran, serta manajemen pesantren yang telah berhasil diimplementasikan. "Kami sangat mengapresiasi keramahan dan kesediaan pesantren-pesantren yang kami kunjungi dalam berbagi informasi yang sangat berharga bagi proses penulisan dokumen penjaminan mutu pendidikan pesantren ini," ujarnya.

Selama kunjungan, tim secara langsung berinteraksi dengan para pengelola pesantren, guru, dan santri untuk mendapatkan perspektif langsung tentang tantangan dan pencapaian yang telah diraih pesantren dalam menangani pendidikan di tingkat ula wustho dan ulya. “Data yang terkumpul akan menjadi landasan yang penting dalam menyusun dokumen penjaminan mutu yang komprehensif dan berdaya guna bagi pengembangan pendidikan pesantren di masa depan,” tutur Helma.

Kunjungan ini juga diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara penyusun dan pesantren sebagai pemangku kepentingan utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan pesantren di Indonesia. Dalam kegiatan ini dikuti oleh Tim Penulis yang terdiri dari Dr. Helmawati M.Pd.I serta Dr. Hanun Asrohah, M.Ag dan Reviewer yakni KH. Fadlullah, KH. Ahmad Taufiq, KH. Agus Budiman.

ARTIKEL TERKAIT